PEKAN BARU.Sikap ngotot maupun
penolakan secara tegas terhadap
kebijakan menhut yang membentuk tim mediasi guna di tugaskan turun ke pulau
padang menggali informasi terekait
persoalan yang saat ini terjadi,Bukan saja di lakukan oleh masyarakat pulau
padang di daerah maupun di Jakarta,Hal yang sama juga di sampaikan oleh
sejumlah organisasi Non Govermen
Organisation(NGO)ketika bertemu dengan tim mediasi di pecan baru,kamis(05/01)
Pertemuan
antara sejumlah ketua dan pengurus NGO yang ada di provinsi riau dengan Andiko
ketua tim mediasi tersebut di sampaikan oleh M Ridwan aktifisi Serikat Riau
asal pulau padang yang sejak tanggal 15 desember 2011 lalu masih berada di
Jakarta dalam rangka memperjuangkan pencabutan SK menhut no 327 yang di jadikan
dasar hokum PT RAPP menjalankan operasional perluasan lahan khususnya di blok
pulau padang, melalui selulernya kamis(05/01) kepada wartawan ini
Memang
benar,bahwa hari ini,saudara Andiko ketua tim mediasi dan sejumlah anggotanya,
hari ini sedang berada di pecan baru, mungkin saja mereka akan menggelar
pertemuan dengan pihak pemda meranti,dimana seperti kita ketahui Ir Ma’mun
Murod kadishut meranti dan Camat Merbau masuk dalam anggota tim mediasi
sebagaimana yang di SK kan menhut beberapa hari yang lalu berdasarkan surat
keputusan menhut no 736/Menhut-II/2011tentang pembentukan tim mediasi yang di
tugaskan untuk membantu menhut dalam mencari solusi atau penyelesaian terbaik
terkait makin maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah maupun pusat,hingga
aksi jahit mulut sebanyak 28 warga asal pulau padang di senayan selama kurang
lebih dua pecan lamanya
Pada
dasarnya tujuan di lakukannya pertemuan
dengan ketua dan pengurus tim mediasi bentukan kementerian kehutanan ri
itu,Bertujuan untuk silaturrahmi
sekaligus menyampaikan pesan dari lapisan masyarakat pulau padang yang tidak menghendaki atau menolak keberadaan tim
mediasi,seperti kita ketahui bahwa tim mediasi tersebut tak beda dengan tim tim
sebelumnya dalam menjalankan kerja mereka yang di pastikan berpihak kepada
pihak PT RAPP.dan menyengsarakan masyarakat. Selain itu masyarakat sangat paham
siapa siapa yang ada didalam kepengurusan tim mediasi,seperti tim ahli Ir Irwan
terlibat dalam semenanjung Kampar,Ir Ma’mun Murod kadishutbun pemkab meranti
ketua tim terpadu,Duriat Camat Merbau.
Adapun
organisasi organisasi di bawah bendera NGO yang ada di provinsi riau dan
kabarnya melakukan pertemuan dengan tim
mediasi yang saat ini berada di pecan baru, misalkan saja dari
Walhi Riau,Jikalahari,STR Riau maupun PRD Riau,Sebab sejak SK mereka di
sampaikan ke public, pada saat itu masyarakat pulau padang di Jakarta melakukan
aksi penolakan dengan melakukan pendudukan gedung kemenhut,bahkan secara
menycengangkan, aksi penolakan terhadap tim mediasi tersebut, telah kita lihat
sendiri baik secara langsung maupun melalui media di mana pada hari rabu
(04/-1) kunjungan bupati kepulauan meranti bersama rombongan ke kecamatan
merbau dalam rangka mensosialisasikan SK penghentian operasional PT RAPPdi
pulau padang maupun SK pembentukan tim mediasi langsung di jawab oleh
masyarakat dari pulau padang yang saat itu kebanyakan para ibu ibu,dengan
mengusir rombongan bupati untuk meninggalkan acara dan keluar dari pulau merbau
saat itu juga.
Kesimpulanya,Kami
masyarakat pulau padang,baik yang ada di Jakarta dan di pulau padang dan
umumnya di kabupaten kepulauan meranti,tidak mengakui keberadaan tim mediasi
yang di bentuk oleh menhut, namun kami ingatkan kembali kepada semua pihak,
khususnya kepada tim mediasi,jangan sekali kalo mencoba pasang badan terkait
aksi penolakan terhadap PT RAPP yang di lakukan oleh masyarakat pulau
padang,artinya apa jika itu yang mereka lakukan sama saja mereka pasang badang
terjadap aksi pendzaliman terhadap ribuan masyarakat pulau padang yang sudah 2
tahun terahir ini hanya mengharapkan bantuan pemerintah dalam mengatasi
persoalan yang kita hadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar