Kamis, 01 November 2012

Masyarakat Siap Perang Jika Pemerintah Paksakan PT RAPP Kembali Operasi Dihamparan Gambut Pulau Padang

PULAU PADANG – Adanya sinyalement yang sangat kuat bahwa tidak lama lagi PT RAPP akan kembali jalankan operasi dihamparan gambut pulau padang, nampaknya sudah diwanti-wanti oleh berbagai element masyarakat. Karena sudah menjadi komitmen awal menolak sampai titik penghabisan, masyarakat pun mulai disibukkan untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan penghadangan guna melakukan penolakan.
Seperti hanya yang disampaikan oleh Darwis tokoh mudah masyarakat pulau padang kabupaten kepulauan meranti, Provinsi Riau, ketika dihubungi Riaulive.com melalui selulernya senin malam (8/10) sekitar pukul 20.30 wib. Ia mengatakan, PT RAPP pastinya akan tetap kembali kepulau padang, selama pemerintah pusat tidak merevisi SK 327 tahun 2009 dengan mengeluarkan hamparan pulau padang dari dalam SK menhut tersebut.
“Selagi pemerintah pusat dalam hal ini, Bapak Presiden Republik Indonesia DR. Susilo Bambang Yudoyono (SBY), dan Zulkifli Hasan selaku Menteri Kehutanan Republik Indonesia tidak merevisi SK menhut no 327 tahun 2009 yang seperti kita ketahui jika SK tersebut selama ini menjadi satu-satunya biang kerok atau penyebab terjadinya konflik yang selama tiga tahun terakhir dipulau padang, maka kami selaku masyarakat yang ada dipulau padang tidak merasa heran jika PT RAPP yang sempat beberapa bulan terakhir hengkang dari wilayah  hamparan gubahan gambut  dipulau padang itu lambat laun mereka akan tetap masuk kembali memaksa operasi atas dasar SK menhut 327 tersebut. Namun jika SK 327 tahun 2009 itu direvisi atau dicabut sebagaimana janji atau kesepakatan yang dibuat digedung kemenhut beberapa waktu lalu, antara perwakilan masyarakat, pihak kemenhut yang disaksikan oleh perwakilan dari DPD-RI, maka dengan dijalankannya kesepakatan bersama itu oleh pihak kemenhut, bukan saja PT RAPP tidak berani masuk lagi beroperasi dipulau padang, namun menhut telah merealisasikan UUD 1945 pasal 33, maupun sebagai bukti nyata jika pemerintah itu adalah pengabdi dan pelayan masyarakat bukan sebaliknya seperti saat ini yang membiarkan PT RAPP masuk ke pulau padang dan bentrok dengan masyarakat”, ucapnya.
Lanjut Darwis, “Hanya saja dengan apa yang selama ini kami alami dan kami dapati terkait berbagai cara maupun upaya memperjuangkan hak kami sebagai rakyat biasa, baik upaya diplomasi, demonstrasi didaerah dan dipusat, bahkan jahit mulut hingga berencana lakukan aksi bakar diri yang kenyataannya tidak sedikitpun pembuat kebijakan dinegeri ini mempedulikan keinginan kami atas penderitaan yang kami hadapi terkait masuknya PT RAPP yang berdaloh jalankan HTI, maka kami sangat sadar sesadarnya jika kami dipaksa untuk berjuang melawan kedzaliman dengan cara kami sendiri. Kami tegaskan, kami sudah sangat muak berjuang secara elegan sebagaimana yang mereka inginkan yang kenyataanya bukan solusi seperti yang kami harapkan hasilnya, namun sebaliknya penderitaan semakin malahan yang kami terima. Jadi sudah saatnya kami masyarakat pulau padang untuk menjalankan kehidupan sehari-hari juga berupaya mencari keadilan serta upaya mempertahankan hidup ditanah kelahiran dengan cara kami sendiri”.
“Silahkan saja PT RAPP kembali masuk pulau padang jalankan operasional mereka kelola lahan dan kayu alam dihamparan hambut pulau padang. Jika memang PT RAP memandang SK Menhut No 327 itu syah demi hukum, silahkan saja para pembuat kebijakan dinegeri ini tutup mata tutup telinga dengan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak perusahaan, karena sikap diam kalian itu sebagai bukti nyata jika pembuat kebijakan dinegeri ini lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri dibandingkan mementingkan kepentingan masyarakat umum. Jadi kami tidak perlu lagi menuntut keadilan dari kalian semua. Karena sangatlah mahal keadilan itu diberikan kepada kami. Maka untu mendapatkan keadilan yang sesungguhnya guna melangsungkan kehidupan kelak, maka kami sudah punya cara sendiri. Dan cara itulah yang saat ini sedang kami persiapkan secara matang. Karena kami yakin Allah SWT akan mendengar jeritan kami rakyat kecil yang didzalimi”, ucapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar